Sebanyak 101 Peserta Ikuti Rakor PID Di Kabupaten Bener Meriah

09-09-2019 19:56:06

REDELONG : Sedikitnya 101 peserta ikuti rapat koordinasi ( rakor ) Tim Inovasi Kabupaten ( TIK ) Bener Meriah, yang diselengarakan Pemerintah daerah ( Pemda ) Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung ( DPMK ) Kabupaten Bener Meriah. Senin 9 September 2019 di Gedung Empu Beru.

Dalam laporanya  Iwan Pasha, S.STP, M.Si ketua panitia Rakor menyampaiakan, pelaksanaan rakor tim Inovasi kabupaten ( TIK ) Bener Meriah tahun 2019 merupakan dari bagian upaya peningkatan koordinasi pembinaan dan pengendalian pelaksanaan dari seluruh program-program dalam lingkup pembanggunan dan pemberdayaan masyarakat desa ( PPMD ) serta penyebarluasan informasi mengenai program dan capaian hasil pelaksanaanya.

Tujuan dari dilaksanakan rakor TIK ini juga tidak lain adalah melakukan pengendalian dan pembinaan seluruh tahapan kegiatan dan program dalam lingkup PPMD, serta melakukan evaluasi tahapan program, penyuluhan dan pengunaan dana desa. Sebut Sekretaris Dinas DPMK Bener Meriah itu.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Fasha menuturkan, adapun para peserta dalam rakor TIK Program Inovasi Desa ( PID ) sebanyak 101 peserta yang terdiri dari 15 orang dari Tim Inovasi Kabupaten ( TIK ) , 10 camat se-Bener Meriah, 6 orang TAPM, 10 orang perwakilan pendamping kampung, 10 orang perwakilan pendamping lokal kampung dan 50 orang dari Tim pengelola inovasi desa. Jelasnya.

Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dalam arahannya menyampaikan, terkait Dana Desa  bila ditinjau dengan program yang ada di Kabupaten Bener Meriah sudah berimbang jumlahnya. Dimana nilainya tergolong tidaklah sedikit untuk itu apabila tidak dimanfaatkan dengan baik itu sangatlah rugi dan terkesan mubazir. 

Munurut Sarkawi, dikatakan pemerintahan itu adalah mulai dari kalangan paling bawah berada dalam satu komando yang jelas yakni  mulai dari tingkat desa hinggap samapai tingkat pemerintahan pusat.

" Bahkan anggaran yang dari pusat, keprovinsi, kabupaten dan tingkat desa 20 persen sudah diperuntukan untuk pendidikan , dan anggran daerah itu juga wajib 10 persen untuk kesehatan ", jelas Sarkawi.

Terkait dengan inovasi, lanjut Abuya Sarkawi, setiap desa atau Kampung harus memunculkan inovasi inovasi yang baru. Untuk itu peningkatan SDM menjadi salah satu program dalam dana desa untuk mewujudkan inovasi kreatif. Sebut Abuya Sarkawi.

Dalam kesempatan tersebut, keberadaan dana desa juga adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan angka kemiskinan. Oleh sebab itu di Kabupaten Bener Meriah kita telah intruksikan setiap Kampung wajib melakukan perehapan rumah bagi masyarakat yang tidak mampu agar tidak tinggal dirumah tak layak huni. Papar orang nomor satu di negeri diatas awan itu.* (gn)

Facebook Fans Page